Ketua Umum DPP FSKN Melantik Pengurus DPD FSKN Sulsel

Pada Jumat malam, 18 November 2022, Brigjen Pol (P) Dr. A.A Mapparessa, MM, MSi, yang juga merupakan YM Karaeng Turikale VIII Maros, selaku Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), melantik dan mengukuhkan pengurus FSKN Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk periode 2022-2027. Acara pelantikan ini berlangsung di Baruga Pattingaloang Rujab Gubernur Sulsel.

Dalam prosesi pelantikan dan pengukuhan, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) FSKN, didampingi oleh Sekretaris Umum DPP FSKN, YM Rasich Hanif Radinal, membacakan Surat Keputusan (SK) kepengurusan FSKN Sulsel. Kemudian dilakukan Ikrar Pengurus FSKN, penyematan pin FSKN, dan penyerahan bendera FSKN secara simbolis kepada Ketua FSKN Sulsel, Dr. Ir. Ali Mallombasi MT Karaeng Nyengka, beserta jajaran pengurus FSKN Sulsel.

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Sulsel, H. Andi Sudirman Sulaiman, ST, jajaran Forkopimda Sulsel, serta Raja dan Sultan beserta kerabat keraton nusantara se-Sulsel.

Setelah prosesi pengukuhan, Ketua Umum FSKN, Brigjen Pol (P) Dr. A.A Mapparessa, MM, MSi, menyampaikan peran strategis FSKN sebagai mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan dan peradaban bangsa. Ia juga memberikan pesan moral kepada para pengurus dan kerabat keraton nusantara untuk tetap menjaga nilai-nilai luhur warisan budaya dari para leluhur keraton nusantara.

Dalam upaya melestarikan budaya lokal, Ketua FSKN Sulsel, Dr. Ir. Ali Mallombasi MT Karaeng Nyengka, menyampaikan rencananya untuk membuka sekolah adat dan budaya guna mengajarkan pengetahuan lokal kepada generasi muda. Selain itu, rumah-rumah adat juga akan didata ulang dan dilaporkan ke pemerintah pusat agar dapat memperoleh bantuan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal tersebut sebagai sarana wisata.

Ketua FSKN Sulsel juga menekankan pentingnya keselarasan antara nilai-nilai luhur warisan budaya dengan nilai-nilai agama dalam pembangunan masyarakat dan bangsa Indonesia. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel siap bersinergi dengan FSKN dalam upaya membangun Sulsel.

Pada masa jabatannya, Ketua FSKN Sulsel berencana mengadakan rapat kerja untuk membahas program-program kerja FSKN Sulsel, termasuk pencatatan budaya lokal Sulsel agar dapat dibukukan. Hal ini bertujuan untuk mengatasi kelemahan yang ada dalam kurangnya buku-buku tentang budaya, seperti aturan-aturan perkawinan, sehingga generasi yang akan datang dapat mengetahui dan mempelajari warisan budaya ini.

Silahkan kunjungi berita lainnya, Portal Berita Nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *