Bupati Ciamis, Mengenang Perjalanan Leluhur Galuh

Hari Jadi ke-381 Kab. Ciamis, Bupati Ciamis dan rombongan Forkopimda ziarahi makam RAA Kusumadiningrat di Situs Jambansari, mengenang Perjalanan Leluhur Galuh. Pada hari yang bersejarah, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya beserta rombongan melaksanakan ziarah ke beberapa makam leluhur Galuh, sebagai bentuk penghormatan dan pengenangan atas jasa mereka dalam membentuk sejarah Kabupaten Ciamis. Ziarah ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-381 Kabupaten Ciamis. Salah satu makam yang mendapat kunjungan ziarah adalah makam Raden Adipati Arya (RAA) Kusumadiningrat di Situs Jambansari, pada hari Kamis, 8 Juni 2023.

Sebagai perwakilan dari keluarga besar Kusumadiningrat, R Hanif Radinal mengungkapkan apresiasi yang mendalam terhadap kunjungan ziarah yang rutin diadakan setiap tahun oleh Bupati Ciamis dan rombongan Forkopimda. Hal ini menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap pemimpin-pemimpin sebelumnya yang telah berjuang membangun daerah Ciamis. R Hanif Radinal menyatakan bahwa hal ini merupakan contoh nyata dari tauladan pemimpin bangsa. Sebagai keturunan langsung dari para leluhur kita, kita juga memiliki tanggung jawab untuk senantiasa menghormati perjuangan mereka. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan bangsa.

RAA Kusumadiningrat, seorang tokoh penting dalam sejarah Kabupaten Ciamis, merupakan Bupati Galuh Ciamis yang berkuasa dari tahun 1839 hingga 1886. Sebagai Wawali Kerajaan Galuh serta Sekretaris Umum Forum Silahturahmi Keraton Nusantara (FSKN), R Hanif Radinal, menyampaikan pentingnya penghargaan terhadap perjuangan dan pengorbanan para Raja Sultan di Nusantara dalam mencapai Kemerdekaan Indonesia. Pemimpin bangsa Indonesia harus mengakui peran dan kontribusi yang telah diberikan oleh para pahlawan bangsa, termasuk para leluhur Galuh, sebagai teladan dalam membangun dan memajukan bangsa.

Dalam kunjungan ziarah ini, Situs Jambansari menjadi tempat yang sangat berarti. Situs ini terletak sekitar 300 meter dari Setda Kabupaten Ciamis dan seringkali dikunjungi oleh orang-orang dari berbagai daerah yang ingin berziarah. Situs Jambansari merupakan tonggak sejarah dan tempat peristirahatan terakhir RAA Kusumadiningrat.

Kisah Singkat RAA Kusumadiningrat

RAA Kusumadiningrat adalah sosok yang memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ciamis. Beliau menjabat sebagai Bupati Galuh Ciamis dari tahun 1839 hingga 1886. Sebagai keturunan Prabu Haur Kuning, Raja dari Kerajaan Galuh Pangauban, beliau meneruskan perjuangan dan kepemimpinan Kerajaan Galuh yang berpusat di Kawali. Di bawah kepemimpinannya, Galuh Ciamis mengalami kemajuan yang signifikan. Beliau berhasil membangun gedung-gedung di pusat kota dan menghapus sistem Tanam Paksa di Ciamis. Selain itu, RAA Kusumadiningrat juga mendirikan Sekolah Sunda yang berlokasi di Ciamis dan Kawali, memberikan perhatian yang besar terhadap pendidikan.

Prestasi RAA Kusumadiningrat diakui oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1874, ketika beliau dianugerahi tanda kehormatan berupa songsong kuning, payung kebesaran berwarna kuning emas. Tidak hanya itu, pada tahun 1878, RAA Kusumadiningrat juga menerima penghargaan Rider Orde van de Nederlandsche Leeuw dari Ratu Belanda. Setelah beliau berpulang pada tahun 1886, makamnya berada di Gunung Sirnayasa, Jambansari.

Situs Jambansar, Gunung Sirnayasa

Situs Jambansari memiliki makna khusus bagi para leluhur. Dahulu, situs ini merupakan Kabuyutan (Tempat Leluhur) yang terdiri dari sebuah bukit kecil yang dikelilingi oleh danau. Bukit tersebut dikenal sebagai Gunung Sirnayasa. Di atas bukit terdapat tempat pemujaan yang ditandai dengan adanya batu Menhir dengan tinggi sekitar 70 cm, Batu Dolmen (Batu Datar Bulat), dan Lumpang (Tempat Air dari Batu).

Dengan mengenang perjalanan leluhur Galuh yang menginspirasi, kunjungan ziarah ini memberikan dampak yang positif dalam menjaga, menghormati, dan melestarikan warisan budaya serta sejarah yang dimiliki oleh Kabupaten Ciamis. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momen penting dalam memperkuat rasa kebersamaan, menghormati sejarah, dan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang.

Silahkan kunjungi berita lainnya, Portal Berita Nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *